Live in My Love

oh sungguh adil kah ini bagiku, disaat aku sudah tak ada lagi tumpuan„
disaat semua orang akan pergi dengan kepribadiannya sendiri„,

aku serasa dibuang jauh seperti barang tak berguna„,yang sudah hilang akan manfaatnya„
akhir dari segalanya telah ku rasa„

terima saja pahit dan nestapa ini
hanya satu ucapan yang akan ku beri
TERIMA KASIH ATAS SEGALANYA

“dapatkah melupakan apa yang sudah diabadikan????
daptkah kita membuka awalan baru sesudah banyak kenangan yang telah dibuat??
dapatkan kita membuka mata dengan sengaja walaupun cahaya itu sudah tertutup dengan bayangan dirinya????
dapatkah kita melihat keatas sesudah dibawah kita merasa senang???
aku sunguh tak kuasa dengan melihat kenyataan yang seperti ini, jika ini selalu terjadi dan terus terjadi dalam diriku„
coretan tinta yang membentuk lukisan indah yang selalu membayangi dirinya, seakan-akan lukisan itu bergerak dan mengambarkan dia yang kita liat..
dapatkah dia melupakan itu semua?????
dapatkah dia memulai langkah baru dengan waktu yang singkat??
jawaban semua itu tidak mungkin„,
karena yang aku tangkap dia dan hanya dia yang mengerti posisi dan kehadirannya”
“baru ku tau yang namanya suka sama orang bukan ngeliat apa yang dia miliki, tapi apa yang sudah dia perbuat untuk orang tersebut,
sampai-sampai dia mengabadikannya dalam bentuk foto, dan kenangan2 yang tidak mungkin dia lupakan…
tapi apakah itu mungkin terjadi, apakah benar dia sungguh2 tidak akan melupakannya. setelah apa yang sudah dia lakukan.”

semuanya sudah hilang„„
saya berusaha untuk melupakan semua itu„
walaupun itu semua merupakan kenangan„,
mau sampai kapan saya terdiam dalam kurungan dan ketidakjelasan ini„,

sampai saya tertipu dan merasakan sakit ini bertubi-tubi„,
demi hidupku yang tidak seberapa ini„
akan aku dedikasikan untuk orang yang hanya membutuhkan kehadiranku„,
akan aku beri apapun yang ku punya untuk orang tersebut selama dia masih membutuhkanku bukan karena harta ku dan bukan karena pemikiranku„

tapi karena hatiku yang mereka cari mengenai arti dari sahabat,teman dan kawan,
sampai aku terkubur dan mati, saya akan berikan apapun yang aku punyai walapun itu hanya seyuman yang dapat membuat orang yang disekelilingku mengakui keberadaanku„„

biarkan saya dengan hidup saya„,
biarkan saya bertindak sesuai dengan kemampuan saya„,
biarkan saya berdiri dengan kaki saya„„

saya sudah tak peduli dengan apapun kata orang lain„
karena bagiku dia tak tau apa arti kehidupanku yang ku jalani kini„,
hiduplah dengan gayamu jangan pernah masuk dan menyalahkan kehidupan orang lain„,
karena hak mu tak ada untuk itu

camkan itu semua„

sesibuk apapun aku akan ku usahan untuk kamu„,
tapi kenapa disisi kamu itu tak bisa dilakukan,karena aku yakin wanita itu dapat membagi tugasnya menjadi beberapa kerjaan dalam satu waktu…

tapi semua itu tak muncul disaat aku usahakan semua itu untukmu,aku tak meminta balas budi atas apa yang aku lakukan padamu,hanya aku ingin perhatianmu saja,walapun itu hanya sekedar bertanya basa basi…

jangan tes lagi aku,karena aku bukan pria yang seenaknya kau tes begitu saja,jika salah kau marah jika benar kau akan lakukan hal yang lebih dari itu…

memang aku seorang pria yang harus seperti itu„
mengalah dan terus mengalah demi kamu,tapi percayalah sampai kapanpun aku mengalah tak ada sedikitpun dendam pada dirimu„

KARENA AKU PEDULI KEPADA MU

— Febri Andriansyah

kawan kau tidak pernah sendiri…..
kawan kau akan terus ada yang menemani…

disaat kau tak bisa untuk berbagi sandarkan kepalamu pada bahuku ini…
disaat kau tak mampu untuk melakukannya katakanlah padaku seluruhnya…

jika aku dapat membantu akan ku bantu dengan segala kemampuanku…
jika aku dapat membantu raga ini akan ku pertaruhkan untuk membantumu…

karenamu adalah sahabat, teman, dan kawan…

“prioritas akan berubah seiring dengan perubahan daya pikir dan kebutuhan”
— seorang sahabat yang masih peduli akan kehadiranku

jika aku memiliki dua hati akan ku simpan satu hati untuk suatu saat…………
suatu saat itu saat hati yang satu ini sudah tak sanggup untuk menerima sakit hati dan jeritan dalam yang sangat pedih……..
akan ku buang hati ini jauh-jauh tanpa harus aku lihat lagi,baik bentuk dan isinya….
akan aku gunakan isi hati yang baru ini untuk hidupku yang panjang kedepannya……
NAMUN………….
Tuhan hanya memberikan satu hati untuk setiap insannya„
sehingga walapun hati ini sudah menjadi hal yang tak bisa diperbaiki,mengacalah pada cermin yang selalu putih tanpa noda walapun yang ada dihadapannya tidak semua orang yang berkelakuan baik…maka tirulah sifatnya…dan kembalikan keadaan hatinya untuk memulai kehidupanmu yang kembali bersinar dikemudian hari….

aku yakin didalam hati masih ada hati,tinggal kapan dan untuk siapa dipergunakan hati itu